Search

Scarlett Johansson Gugat Disney Sebab ‘BLACK WIDOW’ Ditayangkan dalam Disney Plus, Sebut Salahi Kontrak.

9-06-06 The Black Dahlia Premiere

Kapanlagi. com – Keputusan Disney untuk menayangkan film BLACK WIDOW   di bioskop sekaligus di Disney Plus dengan streaming memicu gugatan dibanding Scarlett Johansson. Seperti dengan KLovers tahu, Scarlett ialah pemeran utama dalam hidup tersebut.

Dilansir dari Variety. com, gugatan itu dilayangkan pada Kamis (29/7) ke Pengadilan Luhur Los Angeles. Menurut pengacara Scarlett, ada kontrak yang dilanggar saat Disney tidak menayangkan film tersebut secara eksklusif di bioskop.

“Disney dengan berniat membuat Marvel melanggar perjanjian, tanpa pembenaran, untuk mencegah Scarlett mendapatkan manfaat lengkap dari tawar-menawarnya dengan Marvel, ” begitu bunyi gugatan tersebut dilansir dari sumber yang sama.

Dalam kontrak mereka, terekam sebagian bonus untuk Scarlett Johansson terkait dengan pemasaran tiket bioskop. Keputusan membawakan BLACK WIDOW di Disney Plus tentu membuat pemasaran tiket merosot tajam.

Ya, menurut Variety, Pada 9 Juli, BLACK WIDOW mencetak rekor box office di era pandemi dengan debutnya yang menyentuh penjualan $80 juta di Amerika Utara dan mendapatkan tambahan $78 juta di luar negeri. Penjualan tiket menurun tajam dalam minggu-minggu berikutnya.

1. Kerugian Sejumlah $50 Juta

Hingga zaman ini (31/7) pendapatan daripada film ini mencapai $319 juta secara global. Kejadian itu menempatkan BLACK WIDOW sebagai film Marvel secara pendapatan terendah sepanjang era. Menurut The Wall Street Journal, gara-gara itu semua, Scarlett kehilangan bonus sebesar $50 juta.

Taat pengacara Scarlett, John Berlinski, keputusan Disney merilis film Marvel di Disney Plus adalah strategi yang bagus untuk meningkatkan harga saham perusahaan. Namun hal tersebut pun merugikan para bintang film dan aktris.

“Bukan rahasia sedang bahwa Disney merilis film seperti BLACK WIDOW tepat ke Disney Plus untuk meningkatkan pelanggan dan dengan demikian meningkatkan harga saham perusahaan sekaligus menggunakan Covid-19 sebagai dalih untuk melakukannya, ” ujarnya.

“Tetapi mengabaikan persetujuan artis yang bertanggung berat atas kesuksesan filmnya jadi kelanjutan dari strategi dungu ini melanggar hak mereka dan kami berharap dapat membuktikannya di pengadilan, ” tutup John.